Perlahan
cahaya dari langit pun datang menghilangkan kegelapan hari, ku ambil sajadah
untuk menghadap kepada sang pencipta, setelah solat ku tunaikan, waktu perlahan
berjalan . tak terasa kegiatanku telah membuatku terbawa oleh waktu. Waktu
menunjukkan pukul 07.30, segera aku ambil sepatuku dan bergegas menuju ke
tempat menuntut ilmu.
Setiba di ruangan tempatku menuntut
ilmu,semua anganku melayang menembus tembok besar yang menghalangi pandanganku
ini. Sambil berhayal aku rajut anganku ini dengan bolpoin yang sedang aku
genggam. Ketika aku sedang berhayal tinggi di langit, suara kaki pahlawan tanpa
tanda jasa membubarkan hayalanku, kulihat anak laki-laki berjalan membuntuti
pahlawan tanpa tanda jasa itu. Laki-laki bertubuh gendut itu ternyata adalah
anak yang baru saja masuk dan menginjakkan kaki di sekolahku ini. Setelah
perkenalan selesai lelaki itu mendekatiku dan meminta izin duduk di sebelahku.
Kupersilakan dia dekat denganku, kupandangi wajah lelaki ini, putih,bersih,dan
sangat manis ketika tersenyum. Menurutku dia tidak terlalu gendut untuk tubuh
seorang lelaki. Ketika bel yang menandai berakhirnya pelajaran selesai,aku
bergegas pulang ke tempat tujuh jam yang lalu aku berada,tempat yang didalamnya
banyak kisah yang terukir dengan pena emas.
Cuaca hari ini memang sedikit tidak
bersahabat, awan biru berubah jadi abu-abu, demikian pula semangat orang yang
sedang bekerja serasi dengan warna awan hari ini. Sebenarnya saat-saat inilah
yang orang-orang di desaku tunggu.Sudah hampir dua minggu kampong kami dilanda kekeringan,masa
panen sudah menjadi impian yang jadi abu bagi para petani di desaku.
Perlahan fajar menyembunyikan
dirinya ,kupegang buku yang menjadi jendela pengetahuanku, kucerna tiap kata
yang kubaca,sedikit demi sedikit aku mulai mengenal kata-kata yag dulu buta
oleh mataku. Ketika kata-kata yang aku baca sedang tertulis di otakku,sebuah
bunyi yang selama ini aku tunggu mulai terdengar ,kutatap genteng diatasku,air
dari tangan tuhan pun akhirnya turun. Aku bergegas berlari mengambil gentong di
dapur dan membuka pintu untuk lebih merasakan air hujan yang turun tadi.
Kutaruh gentong tadi agar air masuk mengisinya. Oh sungguh anugrah tuhan,
kuucapkan berkali-kali rasa syukurku. Tak lama orang yang aku cintai dari aku
lahir hingga aku meninggal pun keluar, mereka tersenyum bahagia,kami saling
berpelukan.Air bukanlah hal yang sepele bagiku,air adalah kebutuhan pokok yang
aku dan keluarga,bahkan semua orang butuhkan. Setelah kurasa cukup, aku kembali
ke kamarku. Rupanya waktu membuat hari semakin larut malam,kuletakkan tubuhku
di ranjang yang penuh dengan kehangatan. Aku tertidur pulas ditemani oleh kisah
yang mimpi berikan tanpa kutau sebelumnya. Dalam mimpiku aku melihat wajah yang
samar-samar, sosok itu tersenyum padaku dan memeluk diriku, seorang pria yang tampan
parasnya itu berkata “Aku akan menjagamu dan menyayangimu”. Kutatap pria itu
lebih dalam, dan mulai kusadari, pria itu adalah siswa baru yang duduk di
dekatku di sekolah. Aku terbangun dan beristighfar dengan terheran-heran, apa
maksud dari mimpiku itu ?