“Ma, aku berangkat
dulu ya.”, seruku pada Mama sambil mencium tangannya.
“Ya, hati-hati ya, Re..” jawab Mama
seraya memeluk dan mencium keningku.
Aku hentakan kakiku, aku
berjalan dan membayangkan apa yang akan terjadi di sekolah baruku nanti. Ya,
hari ini hari pertama aku masuk sekolah Menengah Atas setelah kurang lebih
sekitar 3 tahun aku berjuang dengan seragam putih-biruku. Dan sekarang aku
tidak menyangka bahwa sebentar lagi seragam putih-biru ini kan berganti menjadi
putih abu-abu dengan balutan kain putih di kepalaku. “Pasti hari ini akan
menjadi hari yang istimewa untukku. Aku harus menghilangkan sifat
kekanak-kanakanku, aku kan sekarang sudah dewasa, dan juga aku harus siap
dengan segala tugas yang akan diberikan oleh kakak seniorku nanti”, bayangku
dengan senyum menghiasi wajah ini.
Upppsss, tiba-tiba
aku teringat akan satu hal. Ya, 1 buah tas kotak masih tergeletak di atas meja
belajarku.”Ya Tuhan, ternyata masih tergeletak di atas meja”. Segera aku
kembali ke rumah yang jaraknya tak jauh dari tempat aku berjalan. “Ma, tolong
ambilkan tas kotak di atas meja belajarku ya”. “Aaahhh untung saja aku ingat
dengan barang itu. Apa jadinya nanti jika aku lupa membawanya”. Batinku dalam
hati.
Maklum, secara tas
itu berisi barang-barang keperluan MOS ku selama 3 hari kedepan. Semalam aku
bekerja keras membuat semua tugas-tugas untuk MOS hari ini. Kemarin dengan
ditemani Mama aku membeli barang-barang yang disuruh oleh kakak seniorku,
seperti topi dari pot bunga, tas karung, kacamata hitam, sampai barang-barang
lainnya yang tidak boleh aku lewatkan satupun. Malam harinya aku membuat kalung
dari bahan dapur seperti cabai, bawang putih, hingga merangkai gelang mainan.
Haaaah bayangkan ! Jam 1 pagi aku baru bisa memejamkan mataku setelah semalaman
menyelesaikan tugas untuk kegiatan MOS besok. Tapi itu tak masalah bagiku.
Karena aku sudah tidak sabar melewati kegiatan MOS 3 hari kedepan di sekolah
baruku nanti.
Aku berjalan menyusuri
trotoar menuju sekolah baruku itu.”Ya Tuhan, apa yang akan terjadi di sekolah
baruku nanti? Masuk kelas baru, berkenalan dengan teman – teman baru, guru-guru
yang baik, lingkungan yang baru nan sejuk, dan awwwwww…Sebuah batu kerikil
memecahkan lamunanku. Tak sadar ternyata aku sudah tiba didepan gerbang sekolah
baruku. Tiba-tiba seseorang memanggilku dengan nada keras. “ Hey kamu, tidak
lihat apa, ini sudah jam berapa ? Apa kamu tidak mencatat peraturan selama MOS
3 hari ini ?” Seru seseorang itu seraya menatap wajahku penuh marah. Ternyata
seseorang itu tak lain adalah salah satu kakak seniorku yang akan memandu
kegiatan MOS ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar