Jumat, 04 Mei 2012

Kerikil-Kerikil Kehidupan; Cerpen Ninda


“Ma, aku berangkat dulu ya.”, seruku pada Mama sambil mencium tangannya.
“Ya, hati-hati ya, Re..” jawab Mama seraya memeluk dan mencium keningku.
Aku hentakan kakiku, aku berjalan dan membayangkan apa yang akan terjadi di sekolah baruku nanti. Ya, hari ini hari pertama aku masuk sekolah Menengah Atas setelah kurang lebih sekitar 3 tahun aku berjuang dengan seragam putih-biruku. Dan sekarang aku tidak menyangka bahwa sebentar lagi seragam putih-biru ini kan berganti menjadi putih abu-abu dengan balutan kain putih di kepalaku. “Pasti hari ini akan menjadi hari yang istimewa untukku. Aku harus menghilangkan sifat kekanak-kanakanku, aku kan sekarang sudah dewasa, dan juga aku harus siap dengan segala tugas yang akan diberikan oleh kakak seniorku nanti”, bayangku dengan senyum menghiasi wajah ini.
Upppsss, tiba-tiba aku teringat akan satu hal. Ya, 1 buah tas kotak masih tergeletak di atas meja belajarku.”Ya Tuhan, ternyata masih tergeletak di atas meja”. Segera aku kembali ke rumah yang jaraknya tak jauh dari tempat aku berjalan. “Ma, tolong ambilkan tas kotak di atas meja belajarku ya”. “Aaahhh untung saja aku ingat dengan barang itu. Apa jadinya nanti jika aku lupa membawanya”. Batinku dalam hati.
Maklum, secara tas itu berisi barang-barang keperluan MOS ku selama 3 hari kedepan. Semalam aku bekerja keras membuat semua tugas-tugas untuk MOS hari ini. Kemarin dengan ditemani Mama aku membeli barang-barang yang disuruh oleh kakak seniorku, seperti topi dari pot bunga, tas karung, kacamata hitam, sampai barang-barang lainnya yang tidak boleh aku lewatkan satupun. Malam harinya aku membuat kalung dari bahan dapur seperti cabai, bawang putih, hingga merangkai gelang mainan. Haaaah bayangkan ! Jam 1 pagi aku baru bisa memejamkan mataku setelah semalaman menyelesaikan tugas untuk kegiatan MOS besok. Tapi itu tak masalah bagiku. Karena aku sudah tidak sabar melewati kegiatan MOS 3 hari kedepan di sekolah baruku nanti.
Aku berjalan menyusuri trotoar menuju sekolah baruku itu.”Ya Tuhan, apa yang akan terjadi di sekolah baruku nanti? Masuk kelas baru, berkenalan dengan teman – teman baru, guru-guru yang baik, lingkungan yang baru nan sejuk, dan awwwwww…Sebuah batu kerikil memecahkan lamunanku. Tak sadar ternyata aku sudah tiba didepan gerbang sekolah baruku. Tiba-tiba seseorang memanggilku dengan nada keras. “ Hey kamu, tidak lihat apa, ini sudah jam berapa ? Apa kamu tidak mencatat peraturan selama MOS 3 hari ini ?” Seru seseorang itu seraya menatap wajahku penuh marah. Ternyata seseorang itu tak lain adalah salah satu kakak seniorku yang akan memandu kegiatan MOS ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar