Rabu, 04 April 2012


Hikayat Seribu Satu Malam

Prolog:
Kisah Raja Syahrayar dan Syahrazad, Puteri Wazirnya}

Diceritakan - tetapi Tuhanlah yang paling mengetahui dan melihat apa yang tersembunyi dalam sejarah masyarakat dan masa yang telah lewat - bahwa dahulu kala, pada masa pemerintahan dinasti Sasaniah, di jazirah India dan Indocina, hiduplah dua orang raja bersaudara. Yang lebih tua bernama Syahrayar, dan yang lebih muda bernama Syahzaman. Syahrayar adalah seorang kesatria bermartabat tinggi dan seorang pahlawan yang berani, tak terkalahkan, penuh semangat, dan keras kepala. Kekuasaannya mencapai seluruh negeri itu dan penduduknya, sehingga negeri itu setia kepadanya, dan rakyat mematuhinya. Syahrayar sendiri hidup dan memerintah India dan Indocina, sementara adiknya diberinya tanah Samarkand untuk dikuasainya.

Sepuluh tahun berlalu, ketika suatu hari Syahrayar yang merasa rindu pada adiknya, memanggil wazirnya (yang memiliki dua orang puteri, yang satu bernama Syahrazad, dan satunya lagi Dinazard) dan menyuruhnya pergi menemui adiknya. Setelah mengadakan persiapan-persiapan, wazir itu melakukan perjalanan siang dan malam sampai dia tiba di Samarkand. Ketika Syahzaman mendengar kedatangan sang wazir, dia keluar bersama para pelayan untuk menemuinya. Dia turun dari kuda, memeluknya, dan menanyakan kabar dari kakaknya, Syahrayar. Wazir itu menjawab bahwa Syaharayar baik-baik saja, dan bahwa dia mengirimnya untuk meminta Syahzaman mengunjunginya. Syahzaman memenuhi permintaan kakaknya, lalu mulai mengadakan persiapan-persiapan bagi perjalanan untuk mengunjungi kakaknya itu. Sementara itu, dia menyediakan kemah bagi wazir itu di pinggir kota, dan memenuhi semua keperluannya. Dia memberikan kepadanya makanan yang diinginkannya, menyembelih banyak kambing untuk menghormatinya, dan menyediakan banyak uang serta barang-barang keperluan lainnya, juga banyak kuda dan unta.

2 komentar: